Sabtu, 11 Juni 2011

Muslim AS ancaman keras kesuksesan PILPRES AS 2012

Muslim AS ancaman keras kesuksesan PILPRES AS 2011,
oleh:Syaifud Adidharta

Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun 2012 yang tinggal menghitung waktu, dua pasang kandidat dari dua partai kuat di AS yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik  saling mencari simpati kuat dari rakyat AS. Kedua kandidat calon presiden AS mendatang mulai melakukan berbagai strategi politiknya masing-masing, mereka sama-sama memiliki agenda ganda yang hebat untuk bisa mencapai puncak kepemimpinan nomor satu di AS.
Seperti yang sering terjadi di dalam sejarah pemilihan presiden AS, komunitas muslim AS selalu menjadi komoditi market yang hebat dalam pencapaian akhir untuk bisa meraih kursi kepresidenan, walau dalam sejarahnya komunitas muslim AS tidak pernah mendapatkan tempat terhormat dan terpandang di AS pada setiap pesta demokrasi yang terjadi di negara itu.
Kebanyakan dari semua kandidat calon presiden AS selalu melalukan politik propaganda atas keberadaan muslim di AS dengan isu-isu yang lebih mengarah kepada pemojokan tentang Islam agama yang banyak dianut umat muslim AS. Islam masih dipandang sebelah mata oleh sebagian banyak rakyat AS yang fanatik anti Islam dan para muslimnya. Islam masih dipandang sebagai kekuatan yang bisa menghancurkan peradaban di Amerika Serikat.
Islam masih saja menjadi sebuah momok yang mengerikan atas keberadaan kekuatan politik yang terjadi di AS sampai sekarang ini menurut kebanyakan rakyat AS yang non muslim. Padahal tidak sedikit pula muslim AS banyak andil di dalam kesuksesan yang terjadi tentang perkembangan dan kemajuan dunia politik AS yang kian semakin demokrasi dan adil sampai sekarang. Namun sangat disayangkan komunitas muslim AS hanya cukup bisa dijadikan simbolis politik sesaat untuk mengalang kekuatan dukungan  menjadi pemimpin nomor satu AS oleh para kandidat calon presiden AS dari ke dua partai kuat yang ada saat ini.
Sementara itu isu tentang serangan 11 September 2001 yang pernah terjadi di AS masih menjadi isu yang memiliki nilai jual dalam dunia politik AS, walau peristiwa tersebut sudah 10 tahun silam terjadi, namun masih saja sering dijadikan komoditi politik oleh para kandidat calon presiden AS setiap memilu. Pasalnya pada peristiwa 11 September 2001 menjadi modal skenario politik AS untuk pemojokan umat Islam dalam isu terorisme di dalam negeri maupun di setiap peristiwa dunia lainnya.
———————–

Herman Cain, Calon Presiden AS Dari Partai Republik Benci Muslim AS

Herman Cain makin populer selama beberapa bulan terakhir. Jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Quinnipiac University pada tanggal 8 Juni 2011 menempatkan dirinya di tempat ketiga dalam Kandidat Kepresidenan Republikan (GOP) 2012, dengan porsi 10 persen. Ia berada di belakang mantan gubernur Massachusetts Mitt Romney, yang ditempatkan pada urutan pertama, dan mantan Gubernur Alaska Sarah Palin, yang berada di urutan kedua.

Herman Cain sendiri mengatakan bahwa ia merasa benci ketika muslim berusaha untuk membuat orang lain berpindah agama masuk Islam. Dalam sebuah wawancara kantor berita harian Christianity Today.
Dirinya menegaskan bahwa paranan Muslim di dalam masyarakat AS adalah bagi mereka diperbolehkan untuk mempraktikkan agama mereka dengan bebas, yang adalah bagian dari Amandemen Pertama.
“Peranan Muslim di dalam Amerika bukanlah untuk membuat orang lain berpindah agama yang tersisa dari kami menjadi Muslim. Saya membencinya. Karena kita adalah sebuah negara Yudeo-Kristen, dari fakta bahwa 85 persen dari kita menegaskan diri sebagai Kristen, atau Evangelis, atau mempraktikkan keyakinan Yahudi. Delapan puluh lima persen. Satu persen para penganut keagamaan yang taat di negara ini adalah Muslim. Jadi saya menjauhkan diri dan menolak mereka berusaha untuk mengubah kita semua.” tegas keras Herman Cain saat debat di GOP.
Herman Cain sendiri mengaku ia memiliki sedikit pengetahuan tentang Islam, namun hal tersebut tidak menghentikannya untuk membuat penghakiman dan stereotip, “Dan berdasarkan sedikit pengetahuan yang saya miliki tentang agama Islam, Anda tahu, mereka memiliki tujuan untuk mengubah semua orang kafir dan membunuh mereka.” (di saring dari CNN - Suara Media)

———————–

Barack Obama Tidak Benci Islam, Namun Benci Kepada Oknum Islam
Berdasarkan hasil polling pada Rabu, ternyata keberhasilan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menewaskan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden telah mendongkrak popularitasnya menjelang Pilpres AS pada 2012 mendatang.
Setidaknya, berdasarkan hasil polling tersebut 45 persen warga AS yakin bahwa Obama akan kembali terpilih untuk memimpin negara adikuasa tersebut.
Hasil polling tersebut menggambarkan betapa sulitnya Partai Republik menggeser Presiden Incubent ini dari tampuk pimpinan negara Paman Sam ini.

Diketahui, Obama yang mencetak sejarah sebagai Presiden Amerika keturunan Afrika pertama di Amerika Serikat (AS) saat ini diragukan sejumlah pihak dalam kebijakan ekonominya, dimana hanya 34 persen warga AS yang menyetujui caranya dalam menangani ekonomi. Namun dalam misi dan visinya mendatang untuk bisa meloloskan dirinya kembali menduduki kursi kepresidenan AS yang kedua kalinya, dirinya akan menerapkan strategis isu tentang memerangi terorisme yang masih menjadi ancaman dunia dan AS.

Baginya terorisme itu harus dibumi hanguskan dan tidak boleh dibiarkan berkeliaran dimana-mana yang hanya bisa merusak tatanan kehidupan masyarakat AS dan dunia, teroris adalah sebagian banyak pelakukanya adalah orang-orang yang tidak memiliki nurani dan tidak takut Tuhan, mereka adalah sebagian banyak orang-orang Islam yang sebenarnya tidak mengerti tentang Islam. Terorisme telah merusal hubungan baik Islam dengan orang-orang non Islam selama ini. Demikian yang sempat terungkap darinya saat mengikuti kegiatan Takbir Islam di salah satu masjid di Amerika Serika baru-baru ini.

“Kita semua  dan juga Islam telah berhasil mengantarkan negara ini menjadi  baik di mata umat Islam dunia, kita telah sukses melewati pase-pase hitam dalam bayangan Osama bin Laden bersama tangan-tangannya. Osama telah kita kalahkan dan kita pulangkan ketempat istirahatnya untuk selama-lamanya, tetapi kita tetap masih dalam ancaman, karena Osama bin Laden masih banyak memiliki cakar-cakarnya dimana-mana.”

Sementara itu seiring dengan pengumuman pencalonan diri Barack Obama, Departemen Kehakiman AS menunjukkan bagaimana sulitnya untuk memenuhi janji-janji kampanye dengan mengumumkan bahwa perencana serangan 11 September 2001 silam, Khalid Sheikh Mohammed akan ditahan di penjara Teluk Guantanamo bersama dengan empat orang lain yang dianggap ikut merencanakan kejahatan itu.
Obama berjanji untuk menutup penjara tersebut dalam satu tahun setelah menjabat namun menghadapi pertentangan sengit di Kongres dan saat ini tampaknya fasilitas melawan teror tersebut masih terbuka dalam waktu yang tanpa batas.
Tindakan pencalonan diri itu juga dilakukan pada saat titik krisis pada masa jabatan pertama Obama dengan AS terseret ke dalam operasi pengeboman di Libya padahal sang presiden ingin menyerang kesepakatan anggaran dengan saingannya dari kubu Republik di dalam negeri.
Untuk mendesak para pendukungnya “melindungi kemajuan yang sudah kita lakukan,” Obama mengirimkan satu video yang menunjukkan warga di daerah pedalaman AS memuji perubahan yang terjadi dalam masa jabatan pertamanya.
Seorang pemilih kulit putih bernama Ed, sudah cukup tua, dari South Caronila melihat usaha kampanye untuk meyakinkan pemilih yang memilih Obama lebih karena sosok pribadinya dan bukan karena kebijakannya.
“Saya tidak setuju dengan Obama untuk segala hal, namun saya menghormatinya dan saya mempercayainya,” kata pria tersebut terus terang.

Logo kampanye Obama terbaru termasuk gambar terkenal yang memperlihatkan terbitnya matahari yang digunakan dalam 2008, namun kali ini diletakkan di huruf “O”.
Dalam situs www.barackobama.com, para pendukungya dapat membeli berbagai barang bermerek, termasuk pin 2012, sticker mobil, cangkir dan kaus yang mencantumkan nama Obama dan Wakil Presiden Joe Biden.
Biden dalam kunjungannya ke negara bagian basis pendukungnya di New Hampshire, mendesak massa untuk menciptakan kembali semangat yang membantunya dan Obama menang atas saingan mereka dari Republik John McCain dan Sarah Palin pada 2008.

“Sejujurnya kita membutuhkan energi yang sama,” katanya sebelum menambahkan “Kami berecana untuk menang di New Hampshire pada 2012.” (disari dari Antara - Republika - Kompas)

———————–

World Trade Center (WTS) Sebelum Di Tabrakan Pesawat Oleh Teroris Pada 11 September 2001

Kilas Balik Isu Serangan 11 September 2001
Komunitas muslim AS menjadi tercemar nama baiknya setelah terjadinya peristiwa yang menghebohkan dunia pada tahun 2001 yaitu peristiwa serangan teroris atas penghacuran gedung pusat ekonomi AS dan dunia yaitu gedung WTC yang ditabrak dengan menggunakan dua pesawat terbang komersial oleh para teroris pada 11 September 2001. Peristiwa itulah yang semakin menghantarkan umat Islam AS semakin dibenci sebagian banyak rakyat AS dan dunia, termasuk kebencian itu juga atas terjadinya peristiwa bom di Bali, Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia.(Syaifud adidharta)
Serangan 11 September 2001 ialah empat serangan terorisme yang terjadi pada tanggal 11 September 2001 atau biasanya dikenal Peristiwa 9/11. Mereka mengambil empat pesawat dan menabrakkan ketiganya ke bangunan di Amerika Serikat. Sebenarnya targetnya ada empat bangunan, namun pada kasus terakhir, para teroris gagal. Sekitar 3.000 orang tewas dalam serangan terorisme ini.

World Trade Center (WTS) Menjelang Di Tabrakan Pesawat Oleh Teroris Pada 11 September 2001

American Airlines Penerbangan 11, yang menabrak menara World Trade Center utara. United Airlines Penerbangan 175, yang menabrak menara World Trade Center selatan. American Airlines Penerbangan 77, yang menabrak The Pentagon dan United Airlines Penerbangan 93, yang menabrak ke tanah.
Para teroris itu ingin menabrakkan pesawat ke U.S. Capitol Building atau Gedung Putih. Penumpang di pesawat itu mencoba mengambil alih pesawat, dan para teroris menabrakkan pesawat cepat saat pesawat jatuh.
Tiap orang dari keempat pesawat tewas, termasuk seluruh penabraknya. Ribuan jiwa di World Trade Center dan Pentagon juga tewas, dan kedua menara World Trade Center jatuh dan hancur. Inilah serangan terbesar oleh orang non-Amerika pada AS sejak 1814.
Dalam beberapa jam setelah serangan, FBI telah mampu mendapatkan nama-nama dan data personal dari pilot dan pembajak yang dicurigai. Koper Muhammad Atta, yang tidak diteruskan dari penerbangan Portlandnya ke penerbangan 11, berisi berkas-berkas yang membuka identitas semua 19 pembajak, dan petunjuk penting lainnya mengenai rencana mereka, motif, dan latar belakang. Pada hari penyerangan, NSA menyadap komunikasi yang menunjuk pada Osama bin Laden. Badan intelijensi Jerman juga mendapatkan hasil yang sama.  Pada 27 September 2001, FBI mempublikasikan foto-foto dari 19 pembajak bersama informasi mengenai kemungkinan nasionalitasnya dan nama-nama aliasnya. Lima belas dari penyerang berasal dari Arab Saudi, dua dari Uni Emirat Arab, satu dari Mesir, dan satu dari Lebanon. Berlawanan dengan profil penyerang bunuh diri pada umumnya, pembajak-pembajak tersebut terdidik, dewasa, dimana sistem kepercayaannya sudah terbentuk sepenuhnya.

World Trade Center (WTS) Drama Menjelang Di Tabrakan Pesawat Oleh Teroris Pada 11 September 2001

Peristiwa bersejarah tersebut adalah peristiwa hitam dunia yang telah membuka mata dunia awal abad 21 ini pada 11 September 2001, persis sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2004, di dalam sebuah pernyataan video terekam, Osama bin Laden mengakui keterlibatan al-Qaeda pada penyerangan Amerika Serikat dan mengakui hubungan dia secara langsung pada serangan tersebut. Dia berkata bahwa serangan tersebut dilakukan karena “kami bebas…dan untuk mendapatkan kebebasan bagi negara kami. Seperti kalian meremehkan keamanan kita, kita meremehkan keamanan kalian.”
Osama bin Laden berkata bahwa dia sendiri telah memimpin 19 pembajak pesawat di dalam video tersebut dia berkata, “Kita telah sepakat dengan Komandan Jendral Muhammad Atta, Allah mengasihi dia, bahwa semua operasi akan dilaksanakan dalam 20 menit sebelum Bush dan pemerintahannya menyadari” Video lain yang didapatkan oleh Al Jazeera pada September 2006 menunjukkan Osama bin Laden bersama dengan Ramzi Binalshibh, dan 2 pembajak Hamza al-Ghamdi and Wail al-Shehri, pada saat mereka bersiap2 untuk penyerangan.
Sungguh mengerikan dan menyakitkan hati semua umat manusia di dunia saat itu serangan 11 September 2011, yang telah merenggut merenggut 2.646 jiwa warganegara Amerika Serikat juga 327 orang warganegara asing. Berikut adalah daftar kebangsaan mereka. Negara dengan korban terbanyak adalah Britania Raya, dengan 67 orang. Korea Selatan 28 sementara Kanada dan Jepang 24. Kolombia 17 orang sementara Jamaika, Meksiko dan Filipina 16. Australia dan Jerman masing-masing 11 orang. Italia 10 orang dan 1 orang Indonesia. (disari dari wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar